Ada Fisika Kuantum dalam Siklon Senyar
Siklon Senyar yang menerjang pulau Sumatera
pada bulan November 2025 membuat banyak kerusakan dan ribuan korban jiwa. Indonesia
merupakan tempat yang jarang disinggahi oleh siklon karena lokasi berada di
ekuator. Gaya Coriolis yang kecil di area ekuator tidak cukup untuk membangkitkan
siklon. Namun, siklon memerlukan energi dari hangatnya lautan. Pantauan suhu
lautan biasanya dilaporkan dalam bentuk Sea Surface Temperature Anomaly atau simpangan
suhu permukaan laut dari rata-ratanya. Ternyata data beberapa hari sebelum
kejadian Siklon Senyar, suhu di Samudera Hindia bagian timur menyimpang lebih
dari 1o C dari kondisi normalnya. Menghangatnya lautan memicu
penguapan air yang meningkat. Kondisi ini membuat jumlah uap air di atmosfer lebih
banyak daripada biasanya. Siklon Senyar tidak terlalu kuat intensitasnya dalam
konteks kecepatan angin. Namun, jumlah uap air yang dibawa semakin banyak dan saat
turun menjadi hujan mengakibatkan curah hujan tinggi. Hal inilah yang membuat
banjir dengan intensitas tinggi.
Comments
Post a Comment